Monday, December 24, 2007

Kantin Banget Goes Futsal

By Wiwien Wintarto
Segala yang berkaitan dengan sepakbola adalah hobiku, mulai dari nonton hingga memainkannya di video game. Satu-satunya yang aku belum pernah, atau seenggaknya jarang, adalah main sungguhan di lapangan. Sehingga ketika Om Daktur Kantin Banget menawari “lowongan kerja” untuk jadi pemain di tim futsal Kantin Banget FC, aku pun menyambut dengan antusias.
Ceritanya, KB mendapatkan tantangan untuk main futsal melawan tim bola dari SMALB-B YPPALB Magelang. Anak-anak YPPALB sendiri udah bukan orang asing buatku dan Kru KB. Pak Budi, Agung, dan teman-teman udah sering banget ikutan event-event KB. Sabtu 23 Desember 2006 Kantin Banget Talking about… pernah ke sana. Dan pertandingan futsalnya terjadi hampir setahun sesudahnya, yaitu Sabtu 15 Desember 2007 lalu.
Rombongan berangkat berenam dari Semarang, yaitu OD sendiri, Mas Heru Emka, Wawan Hermawan, Mas Prio Santosa, Unik Mumpuni, Mas Cahyo berperan sebagai pilot, dan aku. Kupikir acara hari itu adalah KBTa ke SMA Negeri 1 Magelang seperti rencana semula, baru main bolanya sore. Ternyata acara futsal adalah kegiatan satu-satunya, dan dilangsungkan pagi hari pukul 10.
Begitu sampai di sana, kami mendapat pembagian kaos bola gratis hasil sablonan anak-anak YPPALB sendiri. Untuk KB kaosnya berwarna biru, sedang tim sana pake kaos kuning. Karena jumlah kru KB sedikit, semua kecuali Unik langsung masuk starting line up, termasuk OD yang tadinya cuman pengin jadi kiper cadangan dan Mas Prio yang sebenernya pegang posisi sebagai manajer.
Yang lucu, belum apa-apa Mas Emka langsung mengungkapkan kekhawatirannya soal permainan futsal. “Ini futsal kan, Bung?” tanyanya ke OD. “Aku takut ntar bakal bernasib sama dengan Basuki!”
Hihi… Mas Emka nggak terlalu salah. Beberapa hari sebelumnya, pelawak Basuki memang meninggal dunia mendadak setelah main futsal bareng teman-teman bisnisnya. So, gara-gara kekhawatiran itu, Mas Emka pun hanya mau main jadi kiper yang nggak perlu ngos-ngosan lari kian-kemari. Empat pemain lainnya adalah semuanya kecuali Mas Cahyo yang duduk manis jadi penonton cadangan!
Aku sendiri merasa momen itu menjadi tantangan fisik yang sangat serius buatku. Pertama, udah berabad-abad lalu sejak terakhir kali aku main bola. Apa caranya nendang bola aku masih bisa? Dan kedua, aku sama sekali nggak pernah berolah raga. Gimana kalau tahu-tahu otot-ototku kram karena kaget? Atau mendadak aku ngos-ngosan nggak kuat dan lantas kolaps di tengah lapangan?
Makanya ketika kick off sudah dimulai, aku nggak mau terlalu hiperaktif mengejar bola ke manapun dia bergulir. Aku disiplin aja di posisiku persis di depan kiper dan kadang-kadang ikut maju menyerang jika memungkinkan. Pokoknya hemat tenaga dan baru akan ikut biyayakan bilamana bola atau pemain lawan datang ke arah posisiku.
Dan setelah merasakan main sendiri di permainan yang lapangannya bagus dan peraturannya jelas, baru aku tahu bola ternyata tak semudah di TV. Terlebih ini futsal, di mana kedudukan antarpemain sangat rapat karena ukuran lapangan yang kecil, sehingga pergerakan bola juga teramat sangat cepat dan sulit banget diikuti mata.
Dribel jelas hampir mustahil, karena pemain lawan akan langsung berada di depan hidung. Passing juga sangat sulit, terutama karena nggak pernah latihan mengumpan. Dan bahkan untuk nendang bola pun repot banget. Karena tergesa-gesa dan suka bingung sendiri tu bola mau diapain, arah tendanganku pun selalu aja melenceng dan nggak pernah mencapai sasarannya. Pernah satu kali aku berada persis di depan gawang lawan dan tinggal shooting. Tapi tendanganku kacau dan bolanya melebar sampai tiga meteran di kanan gawang. Untungnya aku masih bisa bergaya dengan sok pura-pura kecewa dan memukuli permukaan lapangan yang terbuat dari blok paving!
Berhubung tim YPPALB terdiri atas pemain bola sungguhan, Kantin Banget FC pun sama sekali nggak ungkulan. Babak pertama kami ketinggalan 0-4 gara-gara Mas Kiper yang masih trauma ama nasib Basuki sama sekali nggak ngotot ngejar bola tiap kali melintasi sekitar gawangnya.
Di babak kedua kedudukannya lumayan berimbang. Paling nggak aku udah tahu caranya me-marking striker lawan yang mau nyari celah kosong untuk nunggu umpan. Plus OD mengultimatum tim agar seenggak-enggaknya bisa bikin gol balasan. Dua gol bisa dilesakkan Mas Prio dan mereka bisa nambah dua lagi.
Kedudukan akhir pun menjadi 6-2 untuk YPPALB FC. Kayak skor pertandingan tenis, tapi lumayan pada babak kedua kami bisa bikin skor imbang 2-2. Itu suatu kemajuan. Menandakan bahwa Kantin Banget FC sebenernya punya peluang untuk maju dan menjadi sebuah tim bagus, apalagi kalau kami bisa punya pemain cadangan seperti tim YPPALB.
Dan begitu pertandingan berakhir, situasi para pemain KBFC pun gampang banget ditebak. Ngos-ngosan berat dan luar biasa kecapekan. Maklum, nggak ada satupun pemainnya yang masih berusia di bawah 30-an. Satu-satunya yang nggak ngos-ngosan ya jelas hanya Mas Emka, karena nggak pernah lari-lari ke manapun.
Kondisiku sendiri ternyata nggak segawat yang semula kuperkirakan. Ngos-ngosan sih memang iya, tapi nggak sampai parah dan nyaris semaput atau gimana gitu. Ya cuman capek sedikit dan sesudah itu sedikit pegel-pegel karena yang namanya otot kan selama ini nggak pernah dipake bergerak seberat itu. Untungnya sebelum pertandingan aku pemanasan dan stretching terlebih dulu, niru-niru gayanya Kaka, Ronaldo, atau Berbatov tiap kali warming up sebelum mulai main atau sebelum dimasukkan pelatih sebagai pemain cadangan, sehingga urat-uratku juga nggak terlalu kaget banget.
Dan satu lagi, napasku masih tetap lancar karena aku nggak (pernah) merokok. Tenggorokan, paru-paru, dan saluran darahku pun masih bersih suci bagai milik bayi yang baru lahir (hallah!). Aku pun nggak sampai sesak napas, gelagepen, atau bahkan dadaku sampai panas kayak terbakar karena kekurangan oksigen. Tapi bisa juga karena, untungnya, cuman futsal, bukan sepakbola sungguhan. Coba disuruh main bola soccer sungguhan, mungkin aku cuman berani ambil posisi kiper kayak Mas Emka!
Yang jelas pengalaman main futsal kemarin sangat menarik karena akhirnya aku bisa turun ke lapangan kembali dan merasakan bahwa main sendiri ternyata sangat luar biasa sulit plus memusingkan. Jadi kalo pas nonton di TV aku sering marah-marah pada Rooney, Drogba, atau Bambang Pamungkas yang tendangannya ke gawang melenceng jauh, mungkin kalo kemarin pertandingan futsal itu ada yang nonton di TV, penonton bakal menyumpahserapahi aku karena cuman untuk nendang pun nggak bisa!
Tapi karena aku hobi soccer, aku pasti masih mau kalau ntar ada tawaran friendly match lagi. Ayo, ayo, siapa berani menantang Kantin Banget FC!?

No comments: